Firza dan Dua Bantahan Emma

Wanda Indana    •    29 Mei 2017 12:17 WIB
Firza dan Dua Bantahan Emma
Firza Husein. (MetroTV)

Metrotvnews.com, Depok:  Penampilannya tampak bersahaja saat kami menemuinya pada akhir pekan lalu. Mengenakan baju kurung yang dipadu dengan kerudung hitam, ia ramah menerima kami di kediamannya. Ia adalah Fatima Husein Assegaf, sosok perempuan paruh baya yang akrab disapa Kak Emma.



Belakangan, Emma menjadi sorotan publik lantaran namanya disebut-sebut dalam rekaman suara Firza Husein, seorang janda yang menjadi tersangka dua kasus yang ditangani kepolisian: pemufakatan jahat untuk menggulingkan kekuasaan alias makar dan percakapan mesum yang meresahkan netizen di jagat maya. Emma pun sudah bolak-balik diperiksa polisi sebagai saksi. Dia dianggap punya hubungan dekat dengan Firza. Pihak kepolisian menengarai Firza kerap bercerita masalah pribadi pada Emma.

Masalah ini seakan menyudutkan Emma. Maka, ia pun blak-blakan ihwal hubungannya dengan Firza demi meluruskan anggapan miring yang terlanjur bekembang di kalangan warga net. “Bismillah,” ucap Emma  saat memulai perbincangan dengan Metrotvnews.com di kawasan Pancoran Mas, Depok, Jumat malam 19 Mei 2017.

Pertama, Emma menepis anggapan tentang hubungan spesial dengan Firza. Ia menegaskan, Firza dikenalnya cuma sebatas teman satu pengajian. Itu pun karena Emma karib dengan Balqis Alkadrie, ibunda Firza.

Lewat Balqis inilah Emma mengenal Firza. Ia juga yang meminta Emma untuk mengajak Firza ikut pengajian dan belajar ilmu agama. Kebetulan, Balqis dan Emma pernah berada dalam satu organisasi yang sama: Mujahidah Pembela Islam (MPI). Tapi, Balqis sudah tidak aktif lagi di MPI.

Sekitar akhir tahun 2015, Firza menghubungi Emma melalui saluran telepon. Firza mengungkapkan dirinya ingin mengaji ilmu agama. Maka, Emma lalu mengajak Firza mengikuti majelis taklim di kawasan Jakarta Pusat. Dari situ, keduanya mulai saling mengenal.

Tapi, lagi-lagi Emma menekankan bahwa ia dan Firza hanya teman biasa. Pertemuan dengan Firza pun boleh terbilang jarang. “Baru tiga kali bertemu dalam pengajian. Satu kali di Petamburan, dua kali di Mega Mendung, Bogor,” kata Emma.

Diakui Emma, Firza memang beberapa kali mendatangi rumahnya. Itu juga biasanya untuk membahas materi pengajian yang belum dimengerti. Bertepatan, Emma juga merupakan ustazah yang sering mengisi pengajian di beberapa majelis taklim di Depok. Karena itu, ia juga senang mengajak orang-orang untuk mengikuti pengajian, termasuk Firza.

Memang, Emma sempat menemani Firza di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta, pada Kamis malam 1 Desember 2016. Tidak dijelaskan alasannya menemani Firza kala itu, tapi yang jelas Emma ingat hanya sebentar menemani Firza di hotel itu. Karena, tak lama kemudian, Firza ditangkap di hotel itu pada Jumat dini hari, 2 Desember 2016, dengan tuduhan terlibat upaya makar.

Ketika para tersangka kasus upaya makar dibawa ke Mako Brimob, Depok, Emma langsung mengikuti aksi 212 di Monas. “Saya cuma kebetulan dampingi Firza karena dia sendirian. Kalau yang lain, seperti Ahmad Dhani ditemani keluarga. Saat dia ke Depok, saya lanjut ikut aksi 212,” papar Emma.

Menurut Emma, polisi mengira kedekatan hubungannya dengan Firza karena sempat bertemu di Hotel Sari Pan Pasifik tersebut. Padahal, sebenarnya tidak seperti itu. Karena, ia dan Firza sebenarnya baru berkenalan.
“Kami ketemunya baru tiga kali, kedekatakan dalam hal kebaikan, teman pengajian saja,” ucapnya.

Kedua, Emma membantah pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono pada Selasa 16 Mei 2017, yang mengatakan Emma mengakui adanya percakapan antara dirinya dengan Firza yang menjadi viral di media sosial. Keterangan itu memperkuat adanya percakapan melalui aplikasi ponsel dan rekaman berkonten pornografi yang dilakukan Firza.

"Firza punya teman dekat namanya Kak Emma. Apa yang dia (Firza) alami, dia ceritakan ke Emma," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya.

Menurut Emma, kabar itu tak benar. Emma tak pernah mengakui adanya percakapan saru itu. Selama diperiksa penyidik, Emma tak pernah mengakui adanya percakapan tersebut. Dia sempat kaget mendengar pemberitaan itu.

“Kok, ujug-ujug polisi mengatakan Kak Emma mengakui itu (percakapan mesum),” kata Emma.



 Ia menuturkan, ketika pemeriksaan pertama, awalnya penyidik menanyakan kedekatan dirinya dengan Firza, termasuk kapan mulai mengenal Firza. Lama-lama Emma jengkel dengan penyidik yang mengajukan pertanyaan itu terus, pertanyaannya sama tapi diucapkan secara berulang-ulang. Dia mengaku hanya meng-iya-kan saja apa yang ditanyakan penyidik karena ingin semuanya cepat selesai. Selain tertekan, emosinya pun sempat terpancing.

“Tekanan psikologis itu ada,” ungkap Emma.

Emma juga sempat disodorkan foto wanita tanpa busana. Emma tak mengenali siapa wanita itu. Dia juga membantah perempuan dalam foto itu adalah Firza. Emma kembali diminta mendengarkan rekaman suara seorang wanita. Kepada penyidik, Emma menyebut suara wanita dalam rekaman itu mirip dengan suara Firza.

Astaghfirullah, saya kaget waktu diperlihatkan foto perempuan itu. Saya bilang bukan Firza. Kalau suara memang mirip suara Firza,” kata Emma.

Tak hanya itu, Emma juga mengaku kelelahan menjalani pemeriksaan. Dia diperiksa 14 jam, dari pukul 09:00 hingga 23:00 WIB. Beranjak malam, Emma sudah tak semangat menjawab pertanyaan penyidik. Menurut Emma, dirinya seolah diarahkan untuk membenarkan adanya percakapan berbau pornografi itu.

“Saya seperti diarahkan untuk mengiyakan percakapan itu. Karena saya sudah kecapekan, saya tidak fokus, jadi saya iya-iyakan saja,” ungkap Emma.

Seingat Emma, dia pernah berpesan dan meminta polisi untuk menghentikan kasus percakapan mesum yang melibatkan Firza. Menurut dia, kasus itu dipaksakan. “Pas mau balik, polisi tanya, apakah ada pesan yang mau disampaikan? Saya bilang, setop semua ini rekayasa,” tutur Emma.

Mudah bergaul

Meski tak mengenal dekat, Emma yakin, Firza tidak melakukan percakapan mesum. Menurut dia, ada pihak tertentu yang sengaja merekayasa percakapan itu. “Tidak ada bukti”, tukasnya.

Di mata Emma, Firza sosok wanita yang ramah dan mudah bergaul. Menurut Emma, Firza memiliki banyak teman dan mempunyai koneksi yang luas.

“Orangnya supel, mudah bergaul sama orang, karena di punya yayasan SCC (Solidaritas Sahabat Cendana), mungkin punya bisnis. Tapi, baru saja ikut ngaji, tapi ujung-ujungnya sudah seperti itu, ya Allah,” ucap Emma menggeleng.

Emma mengungkapkan, dirinya sudah tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Firza. Dia juga tak merasa menyesal mengenal Firza. Saat kasus Firza mencuat, Emma mendapat banyak cibiran dari teman-temannya. Emma diminta untuk tidak terlalu lugu dan menyeleksi lagi orang yang ingin ikut pengajian.

“Tidak (menyesal). Saya tetap mengajak orang untuk kebaikan. Kejadian ini sudah ada yang mengatur” pungkas Emma.
 


(ADM)