Pembobol Tiket.com itu Akhirnya Diborgol

Coki Lubis    •    10 April 2017 18:01 WIB
Pembobol Tiket.com itu Akhirnya Diborgol
Tersangka pelaku peretasan Tiket.com saat diperiksa penyidik Bareskrim Polri. (MTVN).

Metrotvnews.com, Jakarta: Tidak ada yang diinvestasikan. Duit ratusan juta menguap begitu saja. Hampir semua digunakan untuk foya-foya. Yang tersisa hanya sebuah motor mewah bermerek Ducati.
 
Suatu hari pada Oktober 2016, seperti biasa, remaja berusia 19 tahun itu sibuk di depan laptopnya yang sudah terhubung dengan jaringan internet. Tak seperti remaja lainnya yang ripuh dengan media sosial atau game. SH, begitu inisialnya, giat ketak-ketik di layar hitam, mirip tampilan komputer era 80-an. Ini adalah tampilan pemrograman server.
 
Yang sedang dioprek remaja asal Tangerang itu bukan server miliknya, melainkan server dari situs pemesanan tiket perjalanan alias agen travel daring, Tiket.com. SH penasaran, pasalnya, konfigurasi keamanannya sangat baik. Tidak seperti yang sudah-sudah.
 
Berhasil! Server Tiket.com sudah dikuasai. Tanpa niat tertentu, di dalam server dia mendapati sebuah file penting. Setelah dibongkar, isinya adalah kode pengguna beserta kata kunci.
 
Kode itu adalah akses khusus Tiket.com ke layanan pemesanan tiket pesawat milik maskapai Citilink, salah satu rekanannya. Artinya, kini SH sudah bisa masuk ke sistem pemesanan penerbangan anak perusahaan Garuda Indonesia itu, tentunya dengan menggunakan akses Tiket.com tadi.
 
Seorang rekan di seberang pulau mengomporinya. Dia adalah MKU (19), remaja asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang meminta SH untuk memberikan kode akses itu kepada dirinya. Tujuannya untuk mencoba melakukan pemesanan tiket. Pemesanan pertama sukses, kode booking tiket pesawat berhasil didapat, tertanggal 11 Oktober 2016.
 
Saat itu juga rencana jahat terbentuk. Bak sebuah agen travel, pemasaran tiket penerbangan Citilink dilakoni. Melalui akun sosial media facebook milik MKU, tiket penerbangan dipromosikan dengan diskon gila-gilaan.
 
Kegiatan ilegal yang dikomandoi MKU semakin masif. Kliennya semakin ramai, hingga seorang rekan lagi bergabung untuk membantu. Dia adalah AI (19). Tugasnya menginput data pemesanan dari pembeli. Datanya dimasukan kedalam aplikasi pembelian tiket pesawat Citilink yang sudah dibuka oleh MKU.
 
Belum puas. Pemasaran harus dilebarkan. Seorang teman lagi diizinkan untuk membantu menjual tiket murah ini. Dia adalah NTM (27). Melalui akun facebook pribadinya, NTM turut mempromosikan tiket murah Citilink ini.
 
Gantengers, begitulah nama kelompok peretas yang diinisiatori SH. Ratusan juta dikantongi, berbagi untung dilakoni. Tajir mendadak, barangkali istilah ini yang bisa disematkan kepada mereka. Foya-foya, menikmati gaya hidup 'tinggi' hingga membeli kendaraan mewah.




Gantengers (Istimewa) Meski di hadapan penyidik SH tak mengakui dirinya sebagai anggota Gantengers, tetapi kenyataannya komunitas ini memberikan penjelasan yang bertolak belakang. SH diakui sebagai member Gantengers, namun ulahnya menembus pagar api sistem pertahanan Tiket.com disebut tak berkaitan dengan komunitas ini. Antara lain seperti yang diungkap dalam status Facebook yang diketahui sebagai akun media sosial Gantengers Crew berikut ini:




Nahas
 
Kegiatan ilegal itu dilakukan tanpa rasa khawatir. Promosinya cukup gencar, harga tiket penerbangan Citilink didiskon 30% hingga 50% dari harga asli. Siapa yang tidak mau?
 
Pembayaran dari pembeli biasanya dilakukan setelah pihak Citilink mengeluarkan kode pemesanan. Kemudian mereka mengabari si pemesan sekaligus meminta pembayarannya via transfer bank. Setelah ditransfer, kode pemesanan pun diberikan.
 
Ada yang tidak beres. PT Global Tiket Network, pengelola Tiket.com, belakangan tersadar, seseorang telah melakukan pemesanan tiket Citilink dengan menggunakan akses mereka. Setelah dicek, betul, ini peretasan. Ada yang masuk secara ilegal ke server mereka dan mencuri kode aksesnya ke Citilink.
 
Mau tidak mau deposit Tiket.com di Citilink hilang tak berbuah untung, yang ada justru buntung. Saat dihitung, total deposit yang hilang Rp4,1 miliar lebih. Tentu ini kerugian yang tidak kecil bagi perusahaan pimpinan Wenas Agusetiawan itu.
 
Namun ada beberapa pesanan tiket yang penerbangannya belum dilakukan. Tiket.com pun segera membatalkannya dan melakukan refund. Mengecil, total kerugian menjadi sekitar Rp 1,9 miliar.
 
Sementara, dari penjualan tiket murah itu, pelaku berhasil meraup untung nyaris Rp1 miliar. MKU mengantongi Rp600 juta lebih, dan SH mendapat bagian Rp350 juta.
 
Tanggal 27 Oktober 2016 menjadi hari pemasaran terakhir tiket Citilink ala MKU. Kode akses tidak bisa lagi digunakan. Sementara Tiket.com semakin yakin bahwa situsnya diretas, lantas melaporkan aksi pembobolan ini ke polisi pada 11 November 2016.
 
Tidak ada yang menyangka bila Selasa, 28 Maret 2017 adalah hari nahas bagi MKU, AI dan NTM. Penyelidikan polisi siber berbuah hasil. Posisi mereka diketahui, Bareskrim pun langsung meringkusnya.
 
Sore menjelang azan Ashar, warga Jalan Siaga Dalam, Gang Kemuning, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mendadak heboh. Rumah nomor 12 di gang kecil itu dipenuhi polisi.
 
Selang dua hari, 30 Maret 2017, SH diringkus di rumah kontrakan orangtuanya, di Perumahan Situ Gintung Residence di Tangerang Selatan. Sang hacker tak lagi berdaya, borgol Bareskrim Polri akhirnya melingkar di tangan.
 
"Otodidak. Saya mulai belajar (hacking) sejak umum 12 tahun, setelah saya keluar dari sekolah pada 2012," ucap SH kepada Metrotvnews.com di Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 4 April 2017.


SH dan MKU diperiksa penyidik Bareskrim Polri. (MTVN)

Lepas dari kasus pembobolan Tiket.com, diketahui SH beserta Gantengers telah meretas 4.237 situs. Salah satunya adalah situs milik layanan ojek daring Go-Jek. Bahkan, kabar lain menyebutkan, SH disebut-sebut pernah meretas situs layanan finansial Master Card pada 2015.
 
“Tidak di apa-apakan, hanya masuk dan memberikan warning (terkait celah keamanan). Yang dimanfaatkan baru Tiket.com,” kata SH.
 
Kemampuan SH, remaja yang tak sempat lulus SMP itu, dalam meretas sukses membuat dia dan rekannya kaya mendadak. Namun, itu jugalah yang menjerumuskannya ke dalam bui. Inilah akhir perjalanan pentolan Gantengers Crew, roboh di tangan polisi siber.
 


Kepala Subdirektorat II Direktorat Siber Bareskrim Polri, Kombes Himawan Bayu Aji, menyatakan nasib para pelaku yang telah mengakses sistem Tiket.com secara ilegal ini akan ditentukan oleh pengadilan. Meski, SH memiliki bakat yang potensial untuk dikembangkan, namun ia kini harus menanggung akibat dari aksinya melawan hukum.

"Dari hasil pemeriksaan, kami ketahui memang pelaku ini memiliki kemampuan cukup bagus. Pelaku tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Biar hakim nanti yang memutuskan," kata Himawan.
 


(ADM)

  • titlenya ya

    Peretas Indonesia Retas Situs Malaysia

    22 Agustus 2017 10:16

    Insiden bendera Indonesia terbalik mengundang reaksi dari masyarakat. Setelah Kedubes Malaysia didemo, kini salah satu situs asal Malaysia diretas.

  • titlenya ya

    Situs Malaysia Diretas Hacker Indonesia

    21 Agustus 2017 17:52

    Insiden bendera Indonesia terbalik membuat hacker bereaksi dengan meretas situs asal Malaysia. Salah satu situs yang menjadi korban adalah kualalumpur…

  • titlenya ya

    Polisi Tangkap Peretas Situs Dewan Pers

    09 Juni 2017 20:13

    Tim penyidik cyber crime Mabes Polri berhasil menangkap pelaku peretas situs Dewan Pers. Pelaku berinisial AS mengaku hanya iseng dan tidak ada motif …

  • titlenya ya

    Situs Kejagung dan Dewan Pers Diretas

    31 Mei 2017 13:35

    Laman resmi Kejaksaan Agung dan Dewan Pers diretas. Kedua situs tersebut diretas oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pada situs Kejagung muncul gambar…