NEWSTICKER

Awal Mula Pecahnya Sarekat Islam Jadi Merah & Putih

13 October 2022 20:38

Pada Tahun 1919 sebagian anggota Sarekat Islam yang berpandangan lebih radikal, yang mulai mengkritik sikap dan pandangan HOS Tjokroaminoto dan pengurus Sarekat Islam (SI) lain yang dianggap lembek pada pemerintah kolonial. 

Disisi lain pemerintah kolonial yang mulai khawatir akan pengaruh besar Sarekat Islam mulai mengawasi pergerakan tokohnya. Saat terjadi kerusuhan di Cimamere Garut, Jawa Barat yang melibatkan tentara yang melibatkan ativis Sarekat Islam diseret dan dipenjara.

Ketika HOS Tjokroaminoto dipenjara pertentangan pendapat di  Sarekat Islam antara kubu radikal atau merah yang dimotori Semaoen dengan kubu putih yang dipimpin H. Agus Salim kian memanas. Kali itu Semaoen yang merupakan Ketua SI Cabang Semarang dan beberapa anggota SI lain juga menjadi anggota Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) cikal bakal terbentunya Partai Komunis Indonesia (PKI).  

Saat digelar kongres nasional SI di Surabaya Agus Salim dan Abdul Muis berhasil meyakinkan sebagian besar peserta kongres untuk menjalankan disiplin organisasi bagi pengurus dan anggota SI yang merangkap keanggotaan di organisasi lain.