NEWSTICKER

Konflik Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji

27 September 2022 23:24

Pada tahun 1571 Sultan Ageng Tirtayasa menyerahkan urusan pemerintahan dalam negeri kepada putra mahkotanya Abdul Kohar yang dikenal sebagai Sultan Haji. Tampilnya Sultan Haji berhasil dimanfaatkan VOC untuk memaksakan kesepakatan baru yang memungkinkan  maskapai VOC mengantongi hak monopoli perdagangan di Pesisir Jawa. Hal ini merugikan rakyat Banten dan  mmembuat marah Sultan Ageng Tirtayasa hingga memunculkan konflik dengan putranya sendiri. 

Saat terjadi pertikaian, dimanfaatkan VOC untuk memanfaatkan kesempatan untuk menancapkan pengaruh dan kekuasaannya di Kesultanan Banten dengan mendukung Sultan Haji. Sultan haji yang ingin menciptakan perdamainan dengan VOC menyatakan dirinya sebagai penguasa Banten sepenuhnya. Karena klaim ini pada 26 Februari 1680, Sultan Ageng Tirtayasa menyerbu dan merebut  Keraton Surosowan dari putranya. Namun, dua tahun kemudian keraton dapat direbut kembali oleh VOC.