NEWSTICKER

Diplomasi ke Ukraina & Rusia Berhasil, Indonesia Harus Jaga Kepercayaan

1 July 2022 08:21

Pembicaraan empat mata Presiden Joko Widodo dengan Presiden Volodymyr Oleksandrovych Zelenskyy dan Presiden Vladimir Putin seusai KTT G7, dinilai sudah ada hasil positif. Hasil positif yang bahkan melampaui harapan awal diadakannya pertemuan.

"Kestabilan perekonomian dunia berkaitan stok ketersediaan pangan dan lain-lain sudah dijamin oleh Putin," pengamat geopolitik, Teuku Rezaysah, dalam Metro Pagi Prime Time, Jumat (1/7/2022).

Menurutnya, jaminan kelancaran pasokan logistik bahan pangan dan energi inilah yang dinanti dunia. Sejak dimulainya invasi ke Ukraina, Rusia menutup jalur-jalur laut yang sangat vital bagi ekspor produk hasil pertanian dan energi Ukraina ke berbagai benua. Dampak dari blokade tersebut adalah krisis pangan dan lonjakan harga energi di berbagai negara.

Indikasi lain dari keberhasilan adalah penerimaan terbuka dari Zelenskyy dan Putin terhadap Jokowi. Keduanya tahu benar bahwa Indonesia bukan representasi blok kekuatan tertentu yang datang dengan segala pamrih kecuali kepentingan ekonomi bersama.

Setelah kunjungan yang berhasil tersebut, Indonesia harus menjaga momentum diplomasi yang telah dirintis. Langkah agar momentum diplomasi tetap hangat dalam jangka pendek sangat besar artinya bagi sukses penyelengaraan KTT G20 Bali.

"Langkah berikutnya setelah kunjungan diplomasi ini Indonesia perlu memikirkan kebijakan strategis jangka panjang untuk mengakhiri konflik dengan menjaga kepercayaan Ukraina dan Rusia," ujar Teuku Rezaysah.

Keputusan mengundang langsung Ukraina hadir dalam KTT G20 dinilai sebagai langkah tepat sebab menggambarkan itikat baik dan hormat Indonesia. Meski jawaban dari Presiden Zelenskyy atas undangan tersebut masih mengambang dan beberapa negara kunci mengancam boikot sebagai protes atas kehadiran Rusia, tetapi undangan itu menegaskan netralitas Indonesia dalam konflik yang menyeret NATO tersebut.

Tag