NEWSTICKER

Tag Result: terorisme

Motif Pelaku Bom Bunuh Diri di Astana Anyar: Benci Terhadap Aparat Kepolisian

Motif Pelaku Bom Bunuh Diri di Astana Anyar: Benci Terhadap Aparat Kepolisian

Breaking News • 1 day ago terorisme

Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol Ibnu Suhaendra mengatakan, motif pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar adalah kebencian terhadap pemerintah dan aparat kepolisian.

"Motif dari pelaku, setelah kita identifikasi adalah kebencian kepada pemerintah dan kebencian terhadap aparat kepolisian," ujar Irjen Pol Ibnu Suhendra dalam konferensi pers yang digelar di Bandung, Kamis (8/12/2022).

Selain itu, Irjen Pol Ibnu Suhendra juga mengatakan, setelah dilakukan pendalaman oleh BNPT pelaku pengeboman di Polsek Astana Anyar merupakan mantan napi teroris pada kasus pengeboman di kelurahan Cicendo 2017.

"Awalnya kita menduga ini jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), setelah didalami ternyata pelaku ini merupakan eks napiter pada 2017 yang ditangkap pada kasus bom Cicendo bersama Yayat Cahdiyat dan kelompoknya," ungkap Irjen Pol Ibnu Suhendra.

Dengan serangan bom di Kelurahan Cicendo pada 2017 tersebut, Irjen Pol Ibnu Suhendra mengatakan, hal itu memperkuat dan membuktikan bahwa motif pelaku melakukan penyerangan di Polsek Astana Anyar adalah kebencian terhadap pemerintah dan aparat kepolisian.

Bedah Editorial MI: Pantang Menyerah Melawan Terorisme

Bedah Editorial MI: Pantang Menyerah Melawan Terorisme

Editorial MI Video • 1 day ago terorisme

Aksi terorisme kembali terjadi. Kemarin, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di Polsek Astana Anyar, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat. Peristiwa ini menyebabkan seorang polisi tewas dan sejumlah lainnya terluka. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut pelaku bom bunuh diri itu terafiliasi dengan kelompok terorisme Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok ini bukan kali pertama menyasar aparat dalam aksi mereka. 

Pada Oktober dua tahun lalu, anggota jaringan yang sama juga menyerang Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dengan pisau saat kunjungan kerja di Pandeglang, Banten. Dua kasus itu menunjukkan bahwa jaringan ini terbilang nekat. Mereka berupaya menjangkau pihak-pihak yang dianggap representasi atau mewakili negara.

Hal ini juga menunjukkan bahwa radikalisme yang menjadi akar terorisme benar-benar nyata dan masih hadir di masyarakat. Sangat mengerikan. Mereka akan terus-menerus menebar ketakutan melalui aksi kekerasan. Bahkan, menurut Kapolri, pelaku bom di Polsek Astanaanyar, sebelumnya juga pernah ditangkap karena kasus bom Cicendo, Bandung. Hukuman yang dijalaninya selama empat tahun, termasuk di Nusakambangan, tidak membuatnya jera.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), setidaknya ada empat jaringan teroris yang kerap menebar ketakutan di negeri ini. Selain Jemaah Ansharut Daulah (JAD), juga ada Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharul Khilafah (JAK) yang berhubungan dengan Islamic State, dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berpusat di Poso, Sulawesi Tengah. Meski sebagian anggota mereka telah ditangkap, itu tidak menyurutkan upaya mereka untuk menyebarkan paham radikal berbasis ideologi kekerasan ini ke masyarakat.

Program deradikalisasi harus terus dilakukan dengan pendekatan yang bijak dan manusiawi, termasuk dengan merangkul keluarga korban dan pelaku. Harus terus ditanamkan bahwa jalan kekerasan bukanlah solusi untuk mengatasi ketidaksepahaman dalam menyikapi suatu persoalan. Dialog yang terbuka dan jujur harus terus-menerus dilakukan pemerintah, terutama dengan para bekas napi teroris ini. 

Tokoh masyarakat, termasuk keluarga, juga jangan pernah mengucilkan mereka agar tidak kembali ke paham atau jaringan radikal sebelumnya, seperti yang terjadi pada pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar kemarin. Ia lost contact dari keluarganya dan muncul kembali menjadi lone wolf dan menempuh jalan teror. Kita harus terus mewaspadai orang-orang seperti ini beserta jaringannya. Jangan pernah lengah, apalagi menyerah menghadapi terorisme.

Sumber: Media Indonesia

Pantang Menyerah Melawan Terorisme

Pantang Menyerah Melawan Terorisme

Editorial MI Video • 1 day ago terorisme

Aksi terorisme kembali terjadi. Kemarin, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di Polsek Astana Anyar, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat. Peristiwa ini menyebabkan seorang polisi tewas dan sejumlah lainnya terluka. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut pelaku bom bunuh diri itu terafiliasi dengan kelompok terorisme Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok ini bukan kali pertama menyasar aparat dalam aksi mereka. 

Pada Oktober dua tahun lalu, anggota jaringan yang sama juga menyerang Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dengan pisau saat kunjungan kerja di Pandeglang, Banten. Dua kasus itu menunjukkan bahwa jaringan ini terbilang nekat. Mereka berupaya menjangkau pihak-pihak yang dianggap representasi atau mewakili negara.

Hal ini juga menunjukkan bahwa radikalisme yang menjadi akar terorisme benar-benar nyata dan masih hadir di masyarakat. Sangat mengerikan. Mereka akan terus-menerus menebar ketakutan melalui aksi kekerasan. Bahkan, menurut Kapolri, pelaku bom di Polsek Astanaanyar, sebelumnya juga pernah ditangkap karena kasus bom Cicendo, Bandung. Hukuman yang dijalaninya selama empat tahun, termasuk di Nusakambangan, tidak membuatnya jera.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), setidaknya ada empat jaringan teroris yang kerap menebar ketakutan di negeri ini. Selain Jemaah Ansharut Daulah (JAD), juga ada Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharul Khilafah (JAK) yang berhubungan dengan Islamic State, dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berpusat di Poso, Sulawesi Tengah. Meski sebagian anggota mereka telah ditangkap, itu tidak menyurutkan upaya mereka untuk menyebarkan paham radikal berbasis ideologi kekerasan ini ke masyarakat.

Program deradikalisasi harus terus dilakukan dengan pendekatan yang bijak dan manusiawi, termasuk dengan merangkul keluarga korban dan pelaku. Harus terus ditanamkan bahwa jalan kekerasan bukanlah solusi untuk mengatasi ketidaksepahaman dalam menyikapi suatu persoalan. Dialog yang terbuka dan jujur harus terus-menerus dilakukan pemerintah, terutama dengan para bekas napi teroris ini. 

Tokoh masyarakat, termasuk keluarga, juga jangan pernah mengucilkan mereka agar tidak kembali ke paham atau jaringan radikal sebelumnya, seperti yang terjadi pada pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar kemarin. Ia lost contact dari keluarganya dan muncul kembali menjadi lone wolf dan menempuh jalan teror. Kita harus terus mewaspadai orang-orang seperti ini beserta jaringannya. Jangan pernah lengah, apalagi menyerah menghadapi terorisme.

Sumber: Media Indonesia

Densus 88 Geledah Indekos Terduga Teroris di Sukoharjo

Densus 88 Geledah Indekos Terduga Teroris di Sukoharjo

Top News • 8 days ago terorisme

Detasemen Khusus 88 Antiteror menggeledah indekos yang dihuni terduga teroris berinisial JU. Tersangka diketahui berprofesi sebagai pedagang buah di Sukoharjo, Jawa tengah. 

Indekos ini berlokasi di Kawasan Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa tengah. Penggeledahan disaksikan pihak kelurahan dan ketua RT setempat. Polisi menyita sejumlah buku-buku kecil dan barang lainnya.

Menurut Kepala Desa Cemani, Hadi Indrianto penggeledahan tersebut berlangsung hampir satu jam. 

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Lampung, Sita 12 Buku dan 2 Kaset

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Lampung, Sita 12 Buku dan 2 Kaset

Headline News • 24 days ago terorisme

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah salah satu rumah terduga teroris di Kota Metro Lampung. Dalam penggeledahan tersebut, Tim Densus Antiteror menyita sejumlah barang bukti berupa 12 buku tentang agama dan dua kaset DVD tentang jihad.
 
Penggeledahan yang dilakukan Densus 88 ini berawal dari penangkapan terduga teroris berinisial TW di Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat Lampung. 
 
Penggeledahan tersebut sempat tidak diketahui warga sekitar. Hal itu mengakibatkan warga terkejut saat Tim Densus 88 memenuhi rumah terduga teroris TW yang sudah diamankan aparat di Pesisir Barat Lampung akhir pekan lalu. 

Wanita Bersenjata Terobos Istana, Apa Targetnya?

Wanita Bersenjata Terobos Istana, Apa Targetnya?

Top News • 1 month ago terorisme

Aparat mengidentifikasi wanita bersenjata yang berusaha menerobos Istana Negara merupakan kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Ternyata sudah tiga kali pelaku terdeteksi berada di sekitar Istana.

Inilah detik-detik ketika seorang wanita bercadar berusaha menerobos ring satu Istana Negara, Jalan Merdeka Utara Jakarta, pada Selasa (25/10/2022)  sekitar pukul 07.10 WIB. Pelaku berjalan mendekati Paspampres yang bertugas jaga di depan Istana Negara.

Pelaku mengeluarkan senjata api dari dalam tas ransel warna hitam, kemudian seketika menodongkan senjata tersebut ke arah anggota Paspamppres. Selanjutnya pelaku berusaha menerobos pembatas area steril atau ring satu Istana Negara. 

Dengan kesigapan, anggota Paspampres berhasil mengamankan senjata dan menangkap pelaku lalu menyerahkannya ke petugas polisi lalu lintas, yang sedang melakukan tugas pengaturan lalu lintas di depan Istana.

Aparat berhasil mengidentifikasi identitas pelaku. Terungkapnya pelaku Siti Elina, warga Koja, Jakarta Utara. Tak pelak aksi pelaku membuat tetangganya terkejut.  Ketua RT setempat mengakui Siti Elina merupakan warganya. Yang bersangkutan sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sedangkan suaminya bekerja di sebuah biro jasa.

Dalam penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya bersama Densus 88, ternyata tersangka Siti Elina, terhubung dengan dua orang, yang merupakan anggota kelompok NII atau Negara Islam Indonesia. Salah satu dari dua orang tersebut adalah suami Elina sendiri.

Menurut penyelidikan Polda Metro Jaya, ternyata Siti Elina sudah tiga kali mendatangi Kompleks Istana, untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Begini Keseharian Perempuan Bersenjata Penerobos Istana Merdeka di Mata Tetangga

Begini Keseharian Perempuan Bersenjata Penerobos Istana Merdeka di Mata Tetangga

Metro Hari Ini • 1 month ago terorisme

Sosok perempuan yang ditangkap anggota Paspampres saat berusaha menerobos Istana Merdeka sambil membawa pistol pada Selasa (25/10/2022) diketahui sering mengunggah artikel mengenai radikalisme di media sosial. Sejumlah orang yang mengenalnya mengungkapkan pelaku juga mengalami perubahan sejak aktif dalam kegiatan keagamaan.

Siti Elina, ibu rumah tangga yang berupaya menerobos Istana Merdeka sambil membawa senjata api diketahui tinggal di Jakarta Utara. Perempuan berusia 24 tahun itu tinggal di pemukiman padat di Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara. 

Sejak ditangkap anggota Paspampres di depan Istana Merdeka, sejumlah anggota kepolisian dan TNI mendatangi rumahnya. Aparat polisi dan TNI menggeledah rumah Siti Elina. Berdasarkan keterangan sejumlah warga Siti Elina merupakan warga asli setempat dan tinggal bersama suami dan kedua anaknya.

"Hari-harinya biasa aja, bahkan sama tetangga juga jarang ngobrol. Paling sama saya kalau lewat hanya sekedar tegur sapa saja,"ujar Istri Pak RT 013 Kelurahan Tugu, Nurjanah. 

Perempuan Bersenjata Penerobos Istana Merdeka Diduga Terafiliasi NII

Perempuan Bersenjata Penerobos Istana Merdeka Diduga Terafiliasi NII

Metro Hari Ini • 1 month ago terorisme

Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri mengungkapkan Siti Elina, pelaku yang ditangkap anggota Paspampres saat berupaya menerobos Istana Merdeka, diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris HTI dan NII.

Dugaan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan analisa yang dilakukan para penyidik Densus 88. 

"Dari pemeriksaan sementara dan hasil analisis Densus 88, ditemukan bahwa yang bersangkutan terhubung secara media sosial kepada beberapa akun yang kita indikasikan sebagai akun-akun eks HTI maupun akun dari NII,"ujar Kabag Ops Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Aswin Seregar.

Polisi Tetapkan Wanita Penerobos Istana Merdeka Sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan Wanita Penerobos Istana Merdeka Sebagai Tersangka

Metro Hari Ini • 1 month ago terorisme

Polisi menetapkan Siti Elina, perempuan yang ditangkap anggota pasukan pengamanan presiden saat berupaya menerobos Istana Merdeka, Selasa (25/10/2022) sebagai tersangka. Polisi menjerat pelaku dengan Undang-Undang darurat terkait kepemilikan senjata api ilegal dan Undang-Undang Pidana Terorisme.

Dalam keterangan pers di Polda Metro Jaya Rabu (26/10/2022), kepolisian menyampaikan hasil pemeriksaan sementara terhadap Siti Elina. Dari hasil pemeriksaan awal Siti Elina diketahui sempat menodongkan senjata api ke anggota Paspampres yang menghalanginya saat berusaha menerobos Istana Merdeka.

Siti Elina juga diketahui memiliki keterkaitan dengan kelompok terorisme. Polisi telah menetapkan Siti Elina sebagai tersangka dan akan menjeratnya dengan Undang-Undang darurat dan tindak pidana terorisme 

Wanita Penerobos Istana yang Bawa Senpi Diduga Lone Wolf

Wanita Penerobos Istana yang Bawa Senpi Diduga Lone Wolf

Metro Hari Ini • 1 month ago terorisme

Wanita bersenjata api penerobos Istana Merdeka diduga bergerak sendiri atau lone wolf, walaupun demikian tindakan tersebut dinilai cukup membuat kegaduhan di lingkungan masyarakat.

"Terlepas dari terafiliasi atau tidak, tapi aksi ini yang jelas sudah cukup sukses untuk membuat gaduh dan takut masyarakat,"ujar Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan.
 
Ken Setiawan menegaskan kejadian seperti ini merupakan suatu dampak dari ujaran-ujaran kebencian serta berita-berita tidak benar. Hal tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah kebencian dari masyarakat awam yang termakan berita tersebut sehingga membenci suatu instansi atau pemerintahan tertentu.

"Karena memang orang-orang yang seperti ini bisa jadi tidak termonitor pergerakannya, mungkin terpapar dari media sosial atau berguru dengan orang yang salah," lanjutnya.

Pemerintah diminta untuk memperketat penjagaan, karena pergerakan individual seperti ini cenderung lebih sulit untuk dideteksi.

Pelaku Terorisme Anggota Jemaah Islamiyah Ditangkap di Magetan

Pelaku Terorisme Anggota Jemaah Islamiyah Ditangkap di Magetan

Breaking News • 4 months ago terorisme

Densus 88 Antiteror Polri menangkap satu orang tersangka kasus terorisme di Magetan, Jawa Timur dari jaringan Jemaah Islamiyah (JI) berinisial RY alias D pada Selasa (2/8/2022). RY diduga mengikuti seleksi anggota hubungan internasional (HI) JI dan melakukan perjalanan ke Suriah melakui jalur Dubai pada tahun 2013. 

Di Siria tersangka RY diduga menjadi penghubung antara JI dengan Free Syrian Army (FSA) dan berlatih militer. Selain itu RY juga merupakan anggota bidang HI di JI dan tahun 2015 melakukan perjalanan ke Suriah melalui Istanbul, Turki.

Temuan Peluru & Bahan Peledak di Bandung,  Polda Jabar: Belum Tentu Kasus Terorisme

Temuan Peluru & Bahan Peledak di Bandung, Polda Jabar: Belum Tentu Kasus Terorisme

Headline News • 6 months ago terorisme

Polda Jawa Barat masih menyelidiki temuan ribuan butir peluru, bahan peledak dan senjata api di sebuah rumah di Bandung. Terlalu dini mengaitkan barang-barang berbahaya tersebut dengan aktifitas terorisme.

Penyelidikan dimulai dari pemilik rumah di Jl Asia-Afrika, Bandung, Jawa Barat, yang kosong sejak penghuni meninggal dunia. Si penghuni terakhir itu adalah adik dari si pemilik rumah.

 Polisi Tangkap Pemimpin Khilafah Muslimin Abdul Qadir Hasan

Polisi Tangkap Pemimpin Khilafah Muslimin Abdul Qadir Hasan

Metro Hari Ini • 6 months ago terorisme

Pemimpin tertinggi kelompok Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, telah ditangkap polisi pada Selasa (7/5/2022) di Lampung, lantaran anggotanya di Jakarta, Karawang, dan Brebes konvoi mengkampanyekan gagasan pendirian negara Khilafahtul Muslimin. Dalam rekam jejaknya, Abdul Qadir Hasan Baraja pernah ditahan pada 1985 selama 13 tahun dalam kasus terorisme, diantaranya bom di Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Khilafatul Muslimin makin menunjukan eksistensinya dengan melakukan konvoi sekaligus bagi-bagi selebaran. Tak hanya itu, kelompok ini juga menjelekkan pemerintahan yang sah. Walaupun pimpinannya sudah ditangkap, tapi aparat terkesan lambat. Kalau tidak viral, mungkinkah aparat tetap bertindak? 

Densus 88: 16 Anggota NII di Sumbar Berencana Lengserkan Pemerintah

Densus 88: 16 Anggota NII di Sumbar Berencana Lengserkan Pemerintah

Primetime News • 8 months ago terorisme

Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 Polri menangkap 16 tersangka teroris dari kelompok NII (Negara Islam Indonesia) di wilayah Sumbar pada 25 Maret lalu. Densus 88 menduga 16 orang tersebut berencana untuk lengserkan pemerintah.

11 Terduga Teroris DItangkap di NTB dan Lampung

11 Terduga Teroris DItangkap di NTB dan Lampung

Headline News • 9 months ago terorisme

Sebanyak 11 terduga teroris ditangkap dalam waktu hampir bersamaan di Lampung di NTB. Lima dan enam orang yang ditangkap di masing-masing propinsi berikut barang buktinyatelah diterbangkan je Mabes Polri, Jakarta, Rabu (9/3/2022).

 

198 Ponpes Terafiliasi ke Kelompok Teroris, BNPT : Data Hasil Pemetaan & Penelusuran

198 Ponpes Terafiliasi ke Kelompok Teroris, BNPT : Data Hasil Pemetaan & Penelusuran

Primetime News • 11 months ago terorisme

Pengungkapan bahwa sedikitnya ada 198 pondok pesantren yang terafiliasi dengan jaringan kelompok teroris, menimbulkan kontroversi di masyarkat. Tetapi itulah hasil yang diperoleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) setelah sekian lama melakukan pemetaan dan penelusuran terhadap setiap kasus tindak pidana terorisme.

Temuan tersebut seharusnya menjadi kewaspadaan bagi masyarakat terhadap ancaman tindak terorisme dan penyebaran ajaran radikal. Berbagai upaya untuk melakukan pencegahaan dan pembinaan telah dan sedang dilaksanakan oleh BNPT. 
 

BNPT : 198 Pesantren Terafiliasi Jaringan Teroris

BNPT : 198 Pesantren Terafiliasi Jaringan Teroris

Primetime News • 11 months ago terorisme

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap setidaknya ada 198 pondok pesantren terafiliasi jaringan kelompok teroris. Sebanyak 11 terafiliasi Jamaah Anshorut Khilafah (JAK), 68 terafiliasi Jamaah Islamiah (JI) dan 119 terafiliasi Anshorut Daulah yang merupakan simpatisan ISIS.

Data mengejutkan ini diungkap Kepala BNPT Komjen. Pol. Boy Rafli Amar dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Selasa (25/1/2022) lalu. 

Kontak Tembak Vs Teroris KKB Papua, 3 Prajurit TNI Tewas

Kontak Tembak Vs Teroris KKB Papua, 3 Prajurit TNI Tewas

Metro Hari Ini • 11 months ago terorisme

Kontak tembak antara Prajurit TNI dengan teroris KKB Papua kembali terjadi di Kabupaten Puncak, Papua pada Kamis (27/1/2022) pagi. Dalam kontak tembak tersebut tiga prajurit TNI tewas dan satu dalam kondisi kritis.

Bedah Editorial MI: Pantang Kendur Lawan Terorisme

Bedah Editorial MI: Pantang Kendur Lawan Terorisme

Editorial MI Video • 11 months ago terorisme

Pandemi covid-19 tak lantas membuat ancaman terorisme berkurang. Para pengabdi ideologi kekerasan itu tetap saja bekerja menyebarkan paham sesat mereka, termasuk dengan menyasar badan usaha milik negara (BUMN). BUMN diincar dengan tujuan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki negara. Dengan menguasai unsur BUMN, mereka berharap bisa mendapat dukungan finansial juga nantinya. 

Pimpinan BUMN harus lebih peduli terhadap setiap dinamika di lembaga yang mereka pimpin. Pastikan tidak ada karyawan yang terinfeksi oleh virus terorisme lalu mentransmisikannya. Pastikan pula setiap kegiatan steril dari agenda terselubung terorisme.

Pantang Kendur Lawan Terorisme

Pantang Kendur Lawan Terorisme

Editorial MI Video • 11 months ago terorisme

Pandemi covid-19 tak lantas membuat ancaman terorisme berkurang. Para pengabdi ideologi kekerasan itu tetap saja bekerja menyebarkan paham sesat mereka, termasuk dengan menyasar badan usaha milik negara (BUMN). BUMN diincar dengan tujuan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki negara. Dengan menguasai unsur BUMN, mereka berharap bisa mendapat dukungan finansial juga nantinya. 

Pimpinan BUMN harus lebih peduli terhadap setiap dinamika di lembaga yang mereka pimpin. Pastikan tidak ada karyawan yang terinfeksi oleh virus terorisme lalu mentransmisikannya. Pastikan pula setiap kegiatan steril dari agenda terselubung terorisme.

Sidang Dakwaan Eks Petinggi FPI Munarman Ditunda

Sidang Dakwaan Eks Petinggi FPI Munarman Ditunda

Headline News • 1 year ago terorisme

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur resmi menunda pembacaan surat dakwaan kasus dugaan keterlibatan dalam pembaiatan terkait terorisme dengan terdakwa mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman. Penundaan sidang dilakukan atas permintaan pihak Munarman.

Lembaga Pendanaan JI 'Panen' Donasi Ketika Terjadi Bencana

Lembaga Pendanaan JI 'Panen' Donasi Ketika Terjadi Bencana

Metro Hari Ini • 1 year ago terorisme

Melalui kotak-kotal amal yang disebar di sembilan kota, tiap tahun yayasan Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (BM ABA) bisa mengumpulkan hingga Rp 28 milyar dana donasi dari masyarakat. Nilainya bisa melonjak ketika terjadi bencana alam.

"Sekitar 40% pendapatan kami dari program tanggap bencana," ungkap Fitria Sanjaya, mantan ketua yayasan BM ABA.

Sebagian terbesar dana yang terkumpul digunakan untuk membiayai lembaga-lembaga yang berafiliasi kepada kelompok terorisme Jemaah Islamiyah (JI). Sisanya untuk membiayai kegiatan pendidikan dan pelayana sosial bagi simpatisan JI yang kemudian dilaporkan sebagai akun bantuan keluarga dhuafa.

Ini Cara JI Kumpulkan Donasi & Jaring Simpatisan Baru

Ini Cara JI Kumpulkan Donasi & Jaring Simpatisan Baru

Primetime News • 1 year ago terorisme

Di dalam struktur tim penggalangan dana bagi kelompok terorisme Jemaah Islamiyah (JI), tersangka atas nama Farid Okbah dan A. Zain An-Najah berperan memberi petunjuk mengenai sumber-sumber pendanaan baru. Dana dari kotak-kotak amal yang disebar di banyak warung dan toko selanjutnya digunakan antara lain untuk membiayai kegiatan pelayanan sosial bagi para simpatisan JI.

"Di dalam laporan keuangan kami tuliskan sebagai santuan untuk keluarga dhuafa," ungkap Fitria Sanjaya, salah seorang ketua yayasan penggalangan dana bagi JI. 

Peran dua tersangka yang namanya sudah dikenal luas oleh masyarakat tidak sebatas urusan pengumpulan dana. Menurut pengakuan FS yang ditangkap sebelumnya oleh Densus 88, bahwa Farid Okbah dan A. Zain An-najah juga berperan dalam perekrutan simpatisan baru untuk selanjutnya dibina oleh tim khusus JI. 

Tangkap 24 Tersangka, Densus 88 Buru Otak Penggalanan Dana JI

Tangkap 24 Tersangka, Densus 88 Buru Otak Penggalanan Dana JI

Primetime News • 1 year ago terorisme

Sumber utama dana kelompok terorisme Jemaah Islamiyah (JI) adalah dana masyakat melalui kotak-kotak amal yang disebar ke banyak toko dan warung. Perolehannya tahunan yang mencapai Rp 14 milyar disalurkan ke lembaga-lembaga berafiliasi kepada JI yang disamarkan sebagai kegiatan sosial dan pengiriman bantuan bagi korban perah di Suriah.

Kegiatan pengumpulan dan penyaluran dana dari kotak amal, dikelola oleh yayasan BM ABA dan Syam Organizer. Sejauh ini ada 24 orang pengurus dua lembaga berafiliasi kepada JI tersebut telah ditangkap sebelum Densus 88 menangkap Farid Okbah dan A. Zain An-najah yang disinyalir berperan sebagai penasehat tentang strategi penggalangan dana dan perekrutan simpatisan baru.

"Tersangka FS (ketua yayasan BM ABA -red) di dalam struktur organisasinya melapor dan meminta petunjuk kepada tersangka ZA dan FO," papar Kabag Bantan Operasi Densus 88 Polri, Kombes Aswin Siregar, yang memastikan terus memburu otak pendanaan JI.

Mahfud MD: Penangkapan Terduga Teroris Tidak Ada Kaitan dengan MUI

Mahfud MD: Penangkapan Terduga Teroris Tidak Ada Kaitan dengan MUI

Headline News • 1 year ago terorisme

Menko Polhukam Mahfud MD dan MUI menggelar pertemuan di Gedung Kemenko Polhukam Jakarta membahas soal penangkapan Anggota MUI oleh Densus 88 Mabes Polri. Dalam keterangannya Mahfud MD menegaskan penangkapan ketiga terduga teroris tersebut tidak di kantor dan tidak ada kaitannya dengan MUI.

Satu Anggota TNI Gugur Diserang Teroris KKB Papua

Satu Anggota TNI Gugur Diserang Teroris KKB Papua

Headline News • 1 year ago terorisme

Prajurit TNI gugur saat diserang oleh teroris KKB Papua di Yahukimo, Papua dievakuasi ke Jayapura untuk selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya di Kendal, Jateng. Sementara satu Prajurit TNI lainyya yang mengalami luka tembak menjalani perawatan.

Metamorfosis Teroris Demi Eksis

Metamorfosis Teroris Demi Eksis

Metro This Week • 1 year ago terorisme

Setelah sekian lama tiarap, kelompok teroris bersiap melancarkan aksi biadab. Dengan beragam siasat, mereka membaur di tengah masyarakat. Jaringan teroris telah bertransformasi bahkan mampu menginfiltrasi institusi MUI.

3 Tersangka Kasus Pendanaan Terorisme Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara

3 Tersangka Kasus Pendanaan Terorisme Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Headline News • 1 year ago terorisme

Farid Ahmad Okbah, Ahmad Zain An-Najah dan Anung Al Hamat telah berstatus tersangka kasus tindak pidana pendanaan kelompok terorisme. Modus operandi mereka adalah mendirikan yayasan pengumpulan zakat di beberapa propinsi dan menyebar ribuan kotak amal berkedok lembaga pendidikan. 

Ancaman hukuman dalam kasus pendanaan terorisme adalah 15 tahun penjara. Ancaman hukuman tersebut belum termasuk tindak pidana pencucian uang yang sejauh ini belum menjadi bagian penyelidikan Densus 88 Polri.

1 Anggota Komisi Fatwa MUI Ditangkap Densus 88, Ketua MUI: Kami Sedih

1 Anggota Komisi Fatwa MUI Ditangkap Densus 88, Ketua MUI: Kami Sedih

Breaking News • 1 year ago terorisme

Ketua MUI Cholil Nafis menyatakan sedih ada anggota Komisi Fatwa MUI yang ditangkap polisi dengan dugaan terlibat kegiatan terorisme. Menyusul penangkapan tersebut, yang bersangkutan dicopot dari struktur kepengurusan MUI dan berharap hak-hak hukumnya selama proses hukum dipenuhi. Kepada masyarakatkan diingatkan untuk tidak terprovokasi dengan simpang siur informasi dan mengedepankan asas praduga tidak bersalah. 

Polri: 3 Terduga Teroris di Bekasi & Jakarta Dirikan Yayasan untuk Danai JI

Polri: 3 Terduga Teroris di Bekasi & Jakarta Dirikan Yayasan untuk Danai JI

Breaking News • 1 year ago terorisme

Tiga orang terduga anggota jaringan terorisme ditangkap hampir serentak di Jakarta dan Bekasi oleh Densus 88 Polri, Selasa (16/11/2021). Tiga tersangka yang masing-masing berinisial FAO, AZA dan AA diduga berperan dalam penggalangan dana bagi kelompok Jamaah Islamiyah dengan modus mendirikan yayasan pengumpulan zakat di Jakarta, Medan dan Lampung.